Maafkan aku ..
Apa yang terasa padamu ,
saat aku yang tak sanggup menahan rindu ,
atau saat aku yang merasa engkau telah kehilangan rindu untuk ku ?
dalam hatimu ,
katakan lah ,
katakan dengan bisikan atau makian sekalipun ,
atau berteriak lah ,
agar aku yang kian merasa tak berarti ,
tidak menutup mata dan telingaku dengan segala isyarat darimu
aku hanya merasa hati ini teramat perih ,
hingga bola mataku basah karena sedih ,
saat aku merasa sudah tak lagi berarti untukmu ,
sedangkan aku terus menjejalimu dengan kata kata rindu yang terdiamkan ,
meskipun aku tau ,
bahwa tak seharusnya aku mengharapkan apapun darimu
kini aku hanya ingin tau ,
jika kau telah letih ,
jika detik detik ini adalah isyarat ,
maka maafkan lah ku telah mengusikmu ,
maafkan lah karena masih kurasa cinta ini ,
maafkanlah aku yang mencintaimu ,
maafkan aku yang merasakan semua ini …
Suddenly…
Dia berjalan pelan dalam gerimis..
menyelusuri pantai yang ombaknya kian besar
tanpa sadar dia menuju kesatu arah
yang dia harap sebagai tempat berteduh
penghuni rumah kelabu itu mengundangnya
mengajaknya berteduh karena kedinginan
menawarkan kehangatan dari perapian
menjanjikan teh hangat pengusir kebekuan…
dia berlari pelan, menghindari gerimis..
dia melangkah panjang menjauhi ombak..
dia berharap banyak sembari menutup kepalanya
dengan jemarinya yang dingin bercelah..
suddenly….dia sadar
rumah itu memiliki pagar..
pagar itu memiliki kunci..
kunci itu terikat rapat
dia terdiam berdiri..
dibawah hujan yang semakin deras..
dengan rambut basah dan kuncup.
bersidekap memeluk tubuhnya
dengan gigil gemeletuk menahan beku
dengan asa yang sirna melayang terbang
kini dia tak perlu berlari lagi..
karena semua sudah terlanjur basah..
pelan tapi pasti…dia melangkah pergi
meninggalkan rumah kelabu itu
tertinggal dibelakang
sayup sayup dia mendengar
panggilan pemilik rumah yang lupa pagarnya terkunci…
tapi dia melangkah terus…tanpa peduli..
mencari rumah lain yang mungkin pagarnya terbuka tak terkunci…
sepenggal kenangan
sepenggal kenangan
ku tikami di keheningan malam yang galau
kurebahkan segala rasa dan asa nya
pada satu kata tak bernama
pada satu warna tak terlihat
lalu kupahat tanpa rupa
dan menjadi kenangan tanpa cerita
aku yang masih menimang rasa ini
mencumbui segala detik yang telah terlewati
mengecupi sepotong kenangannya dari balik sunyi
lalu terdiam menahan segala rasanya
bagiku kau terlalu indah
hingga tak ingin kau kusentuh
tak ingin kau ku usik
tak ingin kau tersakiti
maka biarlah dari sudut ruangku saja kau kukagumi
agar segala rasa yang kupunya
tak lagi mengusik ikhlasku
untuk menyayangimu dengan ketulusan
hingga kebahagiaan tercipta di kehidupanmu
di sepenggal kenangan ini juga
pernah kita lukis senja yang indah
meski dengan tinta berwarna bening
yang kita curi dari mata air air mata
kini kubiarkan tebing jiwaku terlubangi oleh deburan rasa
di mana buihnya kucipta dari samudera kasih sayangku sendiri
hingga aku yang mengaku sebagai kekasihmu
ingin melihatmu tersenyum
dalam kebahagiaan yang akan kurasakan juga …
HARUSKAH RASA INI….
Bersitan udara malam tak enyahnya puing-puing hati tak bertata
Dua sayap pun hanya tinggal bayang semu
Hanya tertawa tanpa nada
Hanya tawa sumbang yang makin jelas
Tak tahu lagi kata apa yang bisa terucap
lewat cercahan mulut yang kini tak mampu bersuar.
Alunan musik hanya hibur kala sadar
Kala mata terpejam hanya hitam tanpa titik putih.
Haruskah berjalan tanpa rasa ini…
Haruskah merasa tanpa rasa ini lagi.
Apakah rasa ini begitu mahal untuk kembali.
Apakah rasa ini begitu sulit untuk ku rasakan kembali.
Aku sadar rasa ini begitu penting dalam langkahku.
Sudahlah… Percuma ku tutupi rasa ini dengan rasa lain
Karna rasa ini yang telah merubahku dulu
Rasa ini yang kini buatku hancur tercacah juga.
Maaf bila rasa ini tak akan terganti rasa lain.
Maaf jika rasa lain hanya penambal luka rasa ini.





