Ari Maulana’s Weblog

My Private Sites

Menunggu & Menjaga

sebuah dermaga tercipta untuk penantian
juga cerita tentang berpamitnya matahari senja pada camar-camar
seseorang juga menunggu di ujungnya
mengingat kembali bayang-bayang sambil menyongsong malam
menatap langit yang pantulkan gemerlap bintang yang beradu dengan cahaya lampu
menerpa wajahnya yang sendu
menyampaikan salam dari bait-bait doa dalam sujud dengan pinta yang tak putus putus
suatu hari, mereka akan bertemu

di salah satu sudut, banyak bibir yang mengucap cinta bersama bunga dan jumpa yang tak seharusnya
jika mereka lalui malam yang dikutuki langit kelam
maka benih yang lahir darinya kelak akan berakhir di gang-gang sempit atau kanal-kanal kotor, dibungkus plastik lusuh
kelak akan menjadi saksi bisu
hasil cinta bernama nafsu

dan jika mereka sampai pada janji suci
maka akan menguap seketika segala kata indah
sebab sejak awal memang hanya semu yang dipuja
setelah lewat masa
maka lenyap pula semua!

maka sebab itulah,
seseorang itu masih di sana
menemani dermaga menanti matahati pagi
sambil mengucap pinta untuk sebuah jumpa

ia menunggu, karena tak ingin ia beranjak, tinggalkan bingkai keanggunan yang telah ada sejak ia dicipta

ia menjaga, sebab tak banyak lagi yang peduli pada warna awan dan sebab suci seolah tak lagi punya arti

by A-eF
Blogged with the Flock Browser

20 February, 2010 Posted by | Uncategorized | | Leave a Comment

Maafkan aku ..

Apa yang terasa padamu ,
saat aku yang tak sanggup menahan rindu ,
atau saat aku yang merasa engkau telah kehilangan rindu untuk ku ?

dalam hatimu ,
katakan lah ,
katakan dengan bisikan atau makian sekalipun ,
atau berteriak lah ,
agar aku yang kian merasa tak berarti ,
tidak menutup mata dan telingaku dengan segala isyarat darimu

aku hanya merasa hati ini teramat perih ,
hingga bola mataku basah karena sedih ,
saat aku merasa sudah tak lagi berarti untukmu ,
sedangkan aku terus menjejalimu dengan kata kata rindu yang terdiamkan ,
meskipun aku tau ,
bahwa tak seharusnya aku mengharapkan apapun darimu

kini aku hanya ingin tau ,
jika kau telah letih ,
jika detik detik ini adalah isyarat ,
maka maafkan lah ku telah mengusikmu ,
maafkan lah karena masih kurasa cinta ini ,
maafkanlah aku yang mencintaimu ,
maafkan aku yang merasakan semua ini …

by deddy
Blogged with the Flock Browser

20 February, 2010 Posted by | Uncategorized | | Leave a Comment

Suddenly…

Dia berjalan pelan dalam gerimis..
menyelusuri pantai yang ombaknya kian besar
tanpa sadar dia menuju kesatu arah
yang dia harap sebagai tempat berteduh

penghuni rumah kelabu itu mengundangnya
mengajaknya berteduh karena kedinginan
menawarkan kehangatan dari perapian
menjanjikan teh hangat pengusir kebekuan…

dia berlari pelan, menghindari gerimis..
dia melangkah panjang menjauhi ombak..
dia berharap banyak sembari menutup kepalanya
dengan jemarinya yang dingin bercelah..

suddenly….dia sadar
rumah itu memiliki pagar..
pagar itu memiliki kunci..
kunci itu terikat rapat

dia terdiam berdiri..
dibawah hujan yang semakin deras..
dengan rambut basah dan kuncup.
bersidekap memeluk tubuhnya
dengan gigil gemeletuk menahan beku
dengan asa yang sirna melayang terbang

kini dia tak perlu berlari lagi..
karena semua sudah terlanjur basah..
pelan tapi pasti…dia melangkah pergi
meninggalkan rumah kelabu itu
tertinggal dibelakang
sayup sayup dia mendengar
panggilan pemilik rumah yang lupa pagarnya terkunci…
tapi dia melangkah terus…tanpa peduli..
mencari rumah lain yang mungkin pagarnya terbuka tak terkunci…

by Irma
Blogged with the Flock Browser

20 February, 2010 Posted by | Uncategorized | | Leave a Comment

sepenggal kenangan

sepenggal kenangan
ku tikami di keheningan malam yang galau
kurebahkan segala rasa dan asa nya
pada satu kata tak bernama
pada satu warna tak terlihat
lalu kupahat tanpa rupa
dan menjadi kenangan tanpa cerita

aku yang masih menimang rasa ini
mencumbui segala detik yang telah terlewati
mengecupi sepotong kenangannya dari balik sunyi
lalu terdiam menahan segala rasanya

bagiku kau terlalu indah
hingga tak ingin kau kusentuh
tak ingin kau ku usik
tak ingin kau tersakiti
maka biarlah dari sudut ruangku saja kau kukagumi
agar segala rasa yang kupunya
tak lagi mengusik ikhlasku
untuk menyayangimu dengan ketulusan
hingga kebahagiaan tercipta di kehidupanmu

di sepenggal kenangan ini juga
pernah kita lukis senja yang indah
meski dengan tinta berwarna bening
yang kita curi dari mata air air mata

kini kubiarkan tebing jiwaku terlubangi oleh deburan rasa
di mana buihnya kucipta dari samudera kasih sayangku sendiri
hingga aku yang mengaku sebagai kekasihmu
ingin melihatmu tersenyum
dalam kebahagiaan yang akan kurasakan juga …

by deddy
Blogged with the Flock Browser

20 February, 2010 Posted by | Suka-suka | | Leave a Comment

HARUSKAH RASA INI….

Bersitan udara malam tak enyahnya puing-puing hati tak bertata
Dua sayap pun hanya tinggal bayang semu
Hanya tertawa tanpa nada
Hanya tawa sumbang yang makin jelas

Tak tahu lagi kata apa yang bisa terucap
lewat cercahan mulut yang kini tak mampu bersuar.
Alunan musik hanya hibur kala sadar
Kala mata terpejam hanya hitam tanpa titik putih.

Haruskah berjalan tanpa rasa ini…
Haruskah merasa tanpa rasa ini lagi.
Apakah rasa ini begitu mahal untuk kembali.
Apakah rasa ini begitu sulit untuk ku rasakan kembali.
Aku sadar rasa ini begitu penting dalam langkahku.

Sudahlah… Percuma ku tutupi rasa ini dengan rasa lain
Karna rasa ini yang telah merubahku dulu
Rasa ini yang kini buatku hancur tercacah juga.

Maaf bila rasa ini tak akan terganti rasa lain.
Maaf jika rasa lain hanya penambal luka rasa ini.

by Prabowo

Blogged with the Flock Browser

20 February, 2010 Posted by | Uncategorized | | Leave a Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.