Suddenly…
Dia berjalan pelan dalam gerimis..
menyelusuri pantai yang ombaknya kian besar
tanpa sadar dia menuju kesatu arah
yang dia harap sebagai tempat berteduh
penghuni rumah kelabu itu mengundangnya
mengajaknya berteduh karena kedinginan
menawarkan kehangatan dari perapian
menjanjikan teh hangat pengusir kebekuan…
dia berlari pelan, menghindari gerimis..
dia melangkah panjang menjauhi ombak..
dia berharap banyak sembari menutup kepalanya
dengan jemarinya yang dingin bercelah..
suddenly….dia sadar
rumah itu memiliki pagar..
pagar itu memiliki kunci..
kunci itu terikat rapat
dia terdiam berdiri..
dibawah hujan yang semakin deras..
dengan rambut basah dan kuncup.
bersidekap memeluk tubuhnya
dengan gigil gemeletuk menahan beku
dengan asa yang sirna melayang terbang
kini dia tak perlu berlari lagi..
karena semua sudah terlanjur basah..
pelan tapi pasti…dia melangkah pergi
meninggalkan rumah kelabu itu
tertinggal dibelakang
sayup sayup dia mendengar
panggilan pemilik rumah yang lupa pagarnya terkunci…
tapi dia melangkah terus…tanpa peduli..
mencari rumah lain yang mungkin pagarnya terbuka tak terkunci…
No comments yet.





