Ari Maulana’s Weblog

My Private Sites

Suddenly…

Dia berjalan pelan dalam gerimis..
menyelusuri pantai yang ombaknya kian besar
tanpa sadar dia menuju kesatu arah
yang dia harap sebagai tempat berteduh

penghuni rumah kelabu itu mengundangnya
mengajaknya berteduh karena kedinginan
menawarkan kehangatan dari perapian
menjanjikan teh hangat pengusir kebekuan…

dia berlari pelan, menghindari gerimis..
dia melangkah panjang menjauhi ombak..
dia berharap banyak sembari menutup kepalanya
dengan jemarinya yang dingin bercelah..

suddenly….dia sadar
rumah itu memiliki pagar..
pagar itu memiliki kunci..
kunci itu terikat rapat

dia terdiam berdiri..
dibawah hujan yang semakin deras..
dengan rambut basah dan kuncup.
bersidekap memeluk tubuhnya
dengan gigil gemeletuk menahan beku
dengan asa yang sirna melayang terbang

kini dia tak perlu berlari lagi..
karena semua sudah terlanjur basah..
pelan tapi pasti…dia melangkah pergi
meninggalkan rumah kelabu itu
tertinggal dibelakang
sayup sayup dia mendengar
panggilan pemilik rumah yang lupa pagarnya terkunci…
tapi dia melangkah terus…tanpa peduli..
mencari rumah lain yang mungkin pagarnya terbuka tak terkunci…

by Irma
Blogged with the Flock Browser
Advertisement

20 February, 2010 - Posted by | Uncategorized |

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.